Senin, 08 November 2010

Mimpi...

Tengah malam pukul 00.00 harusnya saya sudah tidur lelap mimpi indah bertemu dengan orang yang disayang. Akan tetapi malam seperti ini otak saya memaksa diri saya untuk belajar dan terus belajar. Kepala mulai sakit dan leher sudah tegang, sementara mata saya berat sekali tidak dapat menahan rasa kantuk. Malam semakin hening, jangkrik-jangkrik bernyanyi semakin keras. Kuatnya niat saya untuk belajar disebabkan besok pagi tepat pukul 08.00 WIB saya harus mengikuti ujia akhir semester.Kebiasaan SKSSS (sistem kebut semalam sampai subuh)membuat saya kewalahan dalam mengerjakan soal ujian. Inilah akibatnya nilai semester saya hampir anjlok tiap semester. Mata saya semakin berat, dan kepala saya hampir jatuh di meja. Jan sudah menunjukkan pukul 03.00, saya sudah tidak dapat menahan rasa kantuk lagi. Rasa ngantukku sudah mengalahkan niat dan semangatku untuk belajar. kedua kakiku berjalan menuju tempat tidur dengan tubuh yang sempoyongan. Akhirnya saya tertidur lelap dan nyaman di atas tempat tidurku yang nyaman dan lembut. Dalam tidur saya bermimpi sekelompok sperma berenang-renang menuju sel telur. Dan akhirnya salah satu sperma berhasil menembus dam membuahi sel telur dan berkembang megalami pembelahan hingga menjadi seorang bayi yang lucu. Entah kenapa dalam mimpi itu saya melahirkan bayi itu dan saya merasa sangat damai dan bahagia memiliki bayi itu. Tidak lama saya terbangun dari tidur dan mimpi indah itu. Setelah terbangun dari tidur, saya melamun dan memikirkan bayi itu dan berpikir "seandainya saya benar-benar memiliki bayi itu". Sampai akhirnya saya sadar kalau saya hampir terlambat ke kampus. Secepatnya saya mengambil pakaian ganti yang kusut dan pergi kekampus tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.

Sabtu, 16 Oktober 2010




Dasar... fadil...... kalau udah GD, jadilah kau anak yang baik, sholeh, berbudi pekerti dan luhur...




Gambar yang terlalu seksi.... hehe...

Selasa, 12 Oktober 2010

Penelitian tersayang

Saya pikir peenelitianku akan berjalan dengan lancar, ternyata ada banyak sekali rintangan yang saya hadapi. Apakah saya sendiri yang malas atau kah saya mempunyai salah pada seseorang hingga dia tidak mengikhlaskan saya untuk menjalani peneltian ini. Mulai dari gambar-gambar penting dari penelitian, kesalahan proposal dan kehilangan proposal serta kerusakan laptop yang parah sampai mati total. Ditambah lagi, saya mempunyai masalah dengan dosen dan hingga saat ini saya belum meminta maaf padanya. Mungkin ini merupakan cobaan dari sang khaliq, dan saya harus ikhlas dan tabah menerima semua cobaan. Semangat... Mulailah menggambar untuk memperbaiki hidup mu yang hampir penuh dengan kemuraman.